Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Jokowi Dengarkan Keluhan PKL Kota Tua

Written By bopuluh on Kamis, 20 Desember 2012 | 03.14

Jokowi Dengarkan Keluhan PKL Kota Tua

Penulis : Alfiyyatur Rohmah | Kamis, 20 Desember 2012 | 17:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo melakukan kunjungan dan pantauan ke kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Kunjungan ini dilakukan untuk melihat situasi Kota Tua yang sudah bebas dari pedagang kaki lima.

"Ke sini untuk ninjau lapangan saja. Kalau enggak ke sini kan saya jadi enggak tahu," kata Joko Widodo di Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat pada Kamis (20/12/2012).

Saat Jokowi sampai di kawasan Kota Tua, ratusan pedagang kaki lima berdatangan dan berbicara kepada Jokowi mengenai relokasi yang dilakukan kecamatan kepada para pedagang. Mereka protes karena tidak bisa lagi berdagang di Kota Tua.

Jokowi juga sempat berdialog dengan perwakilan pedagang kaki lima. Ia mendengarkan keluhan dari para PKL yang tidak boleh berjualan sejak Senin (17/12/2012).

Selain itu, perwakilan PKL juga sempat memberikan gambar usulan konsep yang diinginkan sebagai tempat berjualan di kawasan Kota Tua. Saat diberikan konsep tempat yang diinginkan, PKL menunjuk lokasi samping Kali Besar sebagai tempat yang cukup strategis.

Jokowi sempat menceklis gambar-gambar tersebut, tetapi keputusan untuk para pedagang akan diberikan beberapa hari ke depan. Setelah memantau kawasan Kota Tua, Jokowi berencana akan memanggil camat, ketua Satpol PP yang menjaga kawasan Kota Tua, dan perwakilan pedagang kaki lima ke balai kota DKI Jakarta pada Jumat (21/12/2012) besok.

Dikumpulkannya ketiga perwakilan tersebut untuk memusyawarahkan lokasi yang pantas untuk penempatan tempat berjualan di kawasan Kota Tua. Diberitakan sebelumnya, kawasan Kota Tua rencananya akan dibuat sebagai kawasan wisata kelas menengah ke atas. Tujuannya agar tempat tersebut yang memiliki nilai sejarah tinggi dapat lestari dan terjaga kebersihannya.

Konsep wisata kelas menengah ini disampaikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dalam rapat bersama camat dan pengawas kota tua. Rapat tersebut berlangsung pada Selasa (20/11/2012) lalu.

Editor :

Ana Shofiana Syatiri


03.14 | 0 komentar | Read More

Kurang Data, Bupati Aceng Belum Jadi Tersangka

BANDUNG, KOMPAS.com - Bupati Garut Aceng HM. Fikri belum ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat. Pihak kepolisian mengaku masih memerlukan kelengkapan data terkait proses gelar perkara yang dilangsungkan oleh tim internal Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar, pada Rabu (19/12/2012) kemarin.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, status hukum dan kelanjutan proses hukum rencananya ditetapkan kemarin oleh Ditreskrimum Polda Jabar. Namun hal itu hingga hari ini belum dipastikan. Aceng terkait kasus pemerasan dan penggelapan, penggantian wakil Bupati Garut Diki Candra yang mengundurkan diri pada September 2011 lalu.

"Belum ditetapkan sebagai tersangka, kita masih kekurangan data terkait gelar perkara yang kita lakukan oleh tim internal kami, sehingga untuk melengkapi data dan persyaratan tersebut kami akan memanggil kembali para saksi dan yang bersangkutan pada waktu yang telah ditetapkan," tegas Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jabar Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Martinus Sitompul yang dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (20/12/2012).

Martinus mengatakan, pihak kepolisian akan secepatnya memanggil para saksi untuk diperiksa kembali. "Mungkin dua sampai tiga hari kedepan (dipanggil) atau bahkan mungkin minggu depan, sembari menunggu waktu pemanggilan para saksi, saat ini kami masih menyelidiki dan mendalami kasusnya," terangnya.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Ditreskrimum Polda Jabar Kombes Pol Slamet Riyanto mengatakan, penetapan tersangka kepada Aceng mungkin saja terjadi, asalkan data dan buktinya kuat. "Selama buktinya lengkap dan kuat, ya, kita tetapkan," jawabnya.

Hal senada diungkapkannya, untuk pemanggilan Aceng. "Belum tahu kapan akan dipanggil lagi, emangnya manggil orang itu gampang?" katanya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Aceng HM Fikri, Ujang Suja'i mengaku mendapatkan peringatan bahwa penyidikan akan berlangsung kembali ditangani oleh Polda Jabar. "Penyidikan akan dikaji dan digali kembali, itu merupakan warning bagi kami," kata Ujang.

Editor :

Glori K. Wadrianto


03.14 | 0 komentar | Read More

Sosiolog: Pelajari Sejarah Rahim Kepemimpinan Bangsa

JAKARTA, KOMPAS.com--Sosiolog dari Universitas Indonesia   Thamrin Amal Tamagola menilai krisis kepemimpinan yang terjadi saat ini harus dicarikan solusinya melalui pembelajaran sejarah rahim kepemimpinan bangsa masa lalu.

"Krisis kepemimpinan memang ada saat ini. Tidak bisa lagi penyelesaiannya secara tambal sulam seperti era reformasi saat ini, melainkan diperlukan penyelesaian yang radikal fundamental, yang mencari akar masalah dan solusi, dengan melihat dan mempelajari rahim kepemimpinan bangsa dari periode ke periode," kata Thamrin Amal di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan, dengan melihat dan mempelajari rahim kepemimpinan bangsa, maka akan diketahui baik buruknya benih pemimpin yang akan dihasilkan suatu bangsa.

Menurut pengamatan Thamrin, sejak era sebelum kemerdekaan hingga saat ini, terdapat sedikitnya lima rahim kepemimpinan.

Pertama, rahim kepemimpinan yang berasal dari kaum pergerakan, yang muncul di awal abad ke-20, dengan ciri-ciri mereka yang tercerahkan dan kemudian mengambil tanggung jawab atas nasib bangsa.

"Ciri-cirinya mereka dari keluarga sederhana secara materi, namun pengetahuannya sangat luas. Mereka menjadi 'founding fathers and mother' atau perintis, dengan meletakkan landasan bangsa Indonesia, menjelajah seluruh literatur dan terus berupaya mencari ilmu pengetahuan," kata dia.

Menurut Thamrin, tokoh-tokoh rahim kaum pergerakan antara lain Bung Karno dan Bung Hatta pada eranya. Di masa itu menurut dia, para pemimpin tidak mengharapkan pamrih apa pun dari bangsa.

"Satu-satunya pamrih mereka hanya melihat anak bangsa merdeka secara politik, ekonomi, sosial dan budaya," katanya.

Rahim kedua, menurut dia, yakni rahim akademi militer di mana kepemimpinan bangsa mulai diambil alih para jenderal yang kemudian melahirkan jenderal polisi, Angkatan Darat, Laksamana Angkatan Laut dan Marsekal Angkatan Udara.

"Tapi pada zamannya, yang banyak mengambil posisi kepemimpinan adalah Angkatan Darat. Kecenderungan pemimpin militer sangat disiplin dan tegas, dan kalau sudah mendapatkan perintah maka mereka akan lakukan dan harus berhasil, kemampuan disiplin organisasi sangat bagus, karena mereka merencanakan segala sesuatunya," katanya.

Namun, kepemimpinan yang berasal dari rahim militer, menurut dia, tidak dapat berpikir panjang dan bertindak pragmatis untuk mencapai tujuan.

Rahim ketiga, yakni pemimpin yang dilahirkan dari organisasi pelajar dan mahasiswa, baik di dalam maupun di luar kampus, yang menghasilkan pemimpin berkarakter.

"Rahim ketiga ini masih berproduksi hingga saat ini. Dulu kelompok Akbar Tandjung cs yang merupakan kelompok aktivis Cipayung termasuk dalam rahim ini," kata dia.

Sementara itu rahim keempat, yakni rahim bisnis, yang melahirkan pemimpin dari dunia bisnis, mulai dari tingkatan mikro.

"Pemimpin dari rahim ini ahli memimpin perusahaan, contohnya seperti Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, dan di DPR Bambang Soesatyo. Mereka pintar mengelola manajemen, namun kemampuan manajemen saja tidak cukup, harus ditambah lagi dengan kemampuan lobi, persuasi, mengumpulkan informasi, kemampuan agregasi, dan harus mampu mengartikulasikan masalah utama yang terjadi," ujarnya.

Dia mengatakan bahwa pemimpin dari pebisnis cenderung dalam konteks mengejar laba. Sedangkan negara seharusnya mengupayakan pelayanan publik mendasar dalam kesehatan, pendidikan, transportasi dan lain sebagainya.

"Oleh karena itu, saya sarankan hati-hati dengan pemimpin dari militer dan dunia bisnis. Keduanya ada keunggulan dan ada kelemahan," ujar dia.

Sementara itu rahim kelima menurut dia merupakan rahim yang menjadi fenomena terobosan layaknya yang dilakukan sosok Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

"Rahim kelima ini merayap dari perilaku konkret, memiliki karakter, bekerja untuk rakyat, dan memiliki rekam jejak. Pemimpin itu tidak bisa ujug-ujug, karbitan, melainkan yang sejati harus berakar ke bawah, bukan diorbitkan oleh keluarga tertentu atau pemimpin yang sudah jadi," katanya.

Dia mengatakan, sejauh ini sosok pemimpin paling ideal yakni duet dwitunggal Bung Karno dan Bung Hatta. Namun, sampai saat ini sosok seperti keduanya belum dapat ditemukan kembali.

"Bung Karno itu pemimpin yang sangat paripurna, karena dia punya semua, kecuali kemampuan organisasi dan administrasi, sehingga dia membutuhkan Bung Hatta yang bisa mengambil peran itu. Sayangnya mereka berpisah, dan sampai sekarang belum ditemukan lagi dwitunggal ideal seperti itu," katanya.


03.14 | 0 komentar | Read More

Basuki Jawab Polemik Gaji Pemulung dan Premium

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjawab polemik yng timbul dari beberap usulannya. Kali ini terkait usulan menghentikan pasokan Premium untuk Jakarta, dan rencana memberikan gaji Rp 2 juta per bulan pada pemulung.

Saat dijumpai di sela kesibukkannya, Basuki menyempatkan diri meluruskan pernyataannya di hadapan sejumlah wartawan. Pertama, mengenai usulan menghentikan Premium dari Pemerintah Pusat untuk wilayah Jakarta. Ia menegaskan, pihaknya baru akan menyampaikan usulan itu kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono jika moda transportasi massal di Jakarta telah terbangun dengan baik.

"Saya luruskan, saya akan minta Pemerintah Pusat menghentikan pasokan Premium kalau transportasi umumnya sudah baik. Kan kalau," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Kamis (20/12/2012) sore.

Lalu mengenai rencana menggaji pemulung, mantan Bupati Belitung Timur ini mengungkapkan bahwa rencana itu untuk menjawab masalah kebersihan yang menurutnya belum berjalan optimal. Sebagai informasi, pada Rabu (19/12/2012) kemarin, Basuki menyampaikan rencananya untuk menggaji 2.000 pemulung Rp 2 juta per bulan. Bila ditotal, angkanya mencapai Rp 48 miliar per bulan.

Sebagai pihak ketiga, kontraktor itu juga menggunakan tenaga manusia untuk mengangkut sampah. Di luar itu, Pemprov DKI juga masih harus mengeluarkan biaya untuk menyewa alat berat miliaran rupiah.

Menurut Basuki, masalah timbul karena dalam perjanjian, kontrak dengan pihak ketiga itu hanya mencantumkan penanganan sampah dengan sistem pembayaran per ton. Hal ini membuat Pemprov DKI kewalahan dalam melakukan pengawasan pada kinerja kontraktor tersebut.

Sedangkan dengan melibatkan pemulung, dirinya yakin akan membawa hasil lebih optimal. Pasalnya, pemulung dapat memilah kembali sampah yang masih memiliki daya jual, selain tentunya juga memiliki gaji pokok.

"Kan mendingan menggaji pemulung, lebih efektif. Pemulung juga bisa lebih sejahtera, bisa menyewa rusun. Ini soal logika saja sih," ujarnya.

Editor :

Ana Shofiana Syatiri


03.14 | 0 komentar | Read More

PLTGU Muara Karang Sempat Anjlok 500MW

Written By bopuluh on Rabu, 19 Desember 2012 | 03.14

PLTGU Muara Karang Sempat Anjlok 500MW

Penulis : Madina Nusrat | Rabu, 19 Desember 2012 | 18:01 WIB

KOMPAS/HERU SRI KUMORO

PLTU/PLTGU Muara Karang, Jakarta, Rabu (29/2/2012).

JAKARTA, KOMPAS.com - Beban operasi Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Karang, Jakarta Utara, sempat anjlok sampai 528 megawat (MW) pada Rabu (19/12/2012) pagi. Akibatnya sejumlah daerah di Jakarta dan Tangerang mengalami pemadaman beberapa jam.

Anjloknya produksi listrik pada Rabu pagi itu, kata General Manager Unit PLTGU Muara Karang, Rudy Hendra Prastowo, disebabkan terhentinya suplai gas dari Nusantara Regas sekitar pukul 08.40 WIB. Proses produksi di PLTGU Muara Karang menjadi turun dari 961 MW menjadi 433 MW, atau anjlok sebanyak 528 MW.

"Dari informasi yang saya peroleh, salah satu instalasi Nusantara Regas yang berfungsi mengubah gas dalam bentuk cair menjadi gas, itu mengalami gangguan. Suplai gas dalam bentuk gas ke PLTGU jadi terhenti beberapa saat," jelasnya.

Namun dalam waktu kurang dua jam, lanjut Rudy, Nusantara Regas dapat mengatasi permasalahan suplai gas ke PLTGU. Secara berangsur instalasi Nusantara Regas yang berada di 15 kilometer dari pantai Jakarta, dapat kembali menyuplai gas ke PLTGU Muara Karang.

"Pukul 10.00 WIB, PLTGU bisa beroperasi normal kembali dengan beban operasi mencapai 1.164 MW," katanya.

Manajer Distribusi PLN Jakarta Tangerang, Paranai Suhasfan, mengatakan, terganggunya kegiatan operasi PLTGU Muara Karang menyebabkan suplai listrik untuk Jakarta-Tangerang berkurang dari 700 MW menjadi 300 MW.

"Akibatnya ada beberapa daerah di Jakarta dan Tangerang ini yang listriknya padam," katanya.


03.14 | 0 komentar | Read More

Mutiara Gading City Jadi Kota Mandiri di Bekasi Utara

BEKASI, KOMPAS.com - Sampai penghujung 2012 ini Indonesia masih mengalami kekurangan pasokan hunian (backlog) sebesar 13,6 juta unit. Dengan kekurangan sebesar itu, pengembang perlu memfokuskan diri pada pemenuhan pasokan rumah.

Di sisi lain, ISPI Grup, salah satu pengembang yang tergabung dalam Realestat Indonesia (REI) justeru tengah membangun kota mandiri di daerah Bekasi Utara. Namun, pembangunan tersebut tidak membuat ISPI beralih dari pembangunan rumah sederhana. Bahkan, langkah ISPI mendapat sambutan baik REI.

"ISPI harus mendapat apresiasi dengan adanya proyek ini. Backlog besar dan daya beli tinggi," ujar Ketua Umum DPP REI Setyo Maharso saat jumpa pers di Mutiara Garden City, Bekasi, Rabu (19/12/2012).

"Ini proyek terbesar ISPI. Tapi, rumah sederhana itu core kita, tidak akan kita tinggalkan," timpal Komisaris Utama ISPI Grup, Preadi Ekarto.

ISPI Grup memang tengah membangun kota mandiri Mutiara Gading City di atas tanah seluas 300 hektare. Hanya, saat ini Mutiara Gading City masih relatif sulit dijangkau karena padatnya lalulintas dan belum beroperasinya infrastruktur kawasan tersebut dengan sempurna.

Namun, kata Preadi, dalam beberapa tahun ke depan, setelah pembangunan jalan tol Cikarang-Tanjung Priok selesai dibangun, akses ke kota mandiri ini akan lebih mudah. Akses dari Mutiara Gading City menuju Kelapa Gading hanya membutuhkan 15 menit.


03.14 | 0 komentar | Read More

Inilah Ramalan Kiamat yang Meleset

KOMPAS.com - Sudah sejak beberapa waktu belakangan ini isu dunia akan segera berakhir, yang berdasarkan prediksi kuno suku Maya, terus berhembus.

Bagi mereka yang percaya, sesuai kalender kuno suku Maya, pada 21 Desember mendatang dunia ini akan berakhir.

Nah, ternyata teori kiamat Maya ini bukanlah yang pertama muncul di dunia. Selama berabad-abad sudah berulang kali muncul isu kiamat, yang tidak atau belum terbukti.

Kiamat, 21 Mei 2011

Bagi yang sangat ketakutan dunia akan berakhir Jumat mendatang, seharusnya ingat bahwa tahun lalu isu kiamat juga pernah muncul. Penyebar isu kiamat pada saat itu adalah Pendeta Harold Camping.

Pendeta yang juga penyiar radio yang kini berusia 91 tahun, sangat yakin Yesus Kristus akan datang kembali ke Bumi dan miliaran orang akan tewas karena amukan api.

Saat tanggal 21 Mei yang ditetapkan lewat dan tak ada apapun yang terjadi, Camping kemudian merevisi tanggal penentuan kiamatnya ke 21 Oktober 2011. Dan, sekali lagi kiamat tidak terjadi.

Setelah berbulan-bulan tak berbicara, Camping yang juga pernah memprediksi kiamat akan tiba pada September 1994, dengan rendah hati mengakui kekeliruannya.

Saksi Jehovah, Agustus 1914

Perang Dunia I (1914-1918), adalah perang terbesar di dunia hingga saat itu. Bahkan perang ini kerap dikatakan sebagai ibu dari segala perang.

Namun, bagi sekte Saksi Jehovah saat itu konflik bersenjata tersebut dilihat lebih dari sekadar sebuah peperangan.

Pendiri sekte ini, Charles Taze Russell, bahwa pada 1914 itu, dunia akan menyaksikan kedatangan Yesus yang kedua.

Sekte ini menganggap Perang Dunia I yang pecah pada Agustus 1914 adalah salah satu pertanda armegedon atau kiamat.

Tapi ternyata 1914 berlalu tanpa terjadi kiamat dan perang berakhir pada 1918 setelah menewaskan 10 juta orang.

Bing Bang Kedua, 23 November 2009

Sejumlah prediksi kiamat biasanya selalu dikaitkan dengan rencana Tuhan, namun beberapa kelompok yakin kiamat terjadi karena ulah manusia.

Saat Large Hadron Collider (LHC) -sebuah akselerator energi terbesar di dunia- selesai dibangun di Swiss pada 2008, sejumlah kelompok khawatir mesin yang juga disebut "mesin kiamat" itu akan memicu pembentukan sebuah 'lubang hitam' yang menelan segalanya.

Saat dinyalakan, mesin yang diklaim bisa mengkreasi ulang proses tumbukan partikel atau Big Bang yang diyakini menciptakan kehidupan, sebuah lubang hitam akan muncul dan menelan Bumi, hanya dalam 20 detik.

Delapan detik setelah Bumi, bulan kemudian ikut ditelan. Selanjutnya, matahari akan hancur diikuti seluruh tata surya.

Namun, saat LHC diaktifkan pada 23 November 2009, mesin itu hanya menciptakan keceriaan bagi para fisikawan namun tak memunculkan lubang hitam yang mengerikan itu.

Y2K, 1 Januari 2000

Dengan berlalunya 1999, banyak orang khawatir mesin komputer tak mampu bergerak dari tanggal dan tahun yang dirancang dalam dua angka (97, 98, 99). Sehingga akan memicu banyak kekacauan.

Diprediksi pesawat terbang akan jatuh, kereta api berhenti beroperasi, microwave meledak dan mungkin yang terpenting operasional bank akan terhenti.

Dunia bisnis menghabiskan miliaran dollar AS untuk memperbarui sistem komputer demi menghindari ancaman 'Millenium Bug'.

Namun, ketika tengah malam berlalu dan tanggal berganti 1 Januari 2000, satu-satunya yang terjadi adalah kelelahan warga dunia karena pesta-pesta besar sepanjang malam.

Para pakar komputer akhirnya percaya bahwa ketakutan mereka terlalu berlebihan dan pembaruan sistem yang menghabiskan banyak biaya ternyata tidak perlu dilakukan.


03.14 | 0 komentar | Read More

Anggun Cipta Sasmi hingga Bebi Romeo Bersaing dalam "X Factor Indonesia"

JAKARTA, KOMPAS.com -- Empat artis musik ternama Indonesia, Anggun Cipta Sasmi, Rossa, Ahmad Dhani, dan Bebi Romeo, yang didaulat menjadi para juri dan mentor kontes menyanyi X Factor Indonesia, akan bersaing untuk menemukan para pemilik suara emas. 

Anggun mengatakan, ia harus bisa lebih ketat menyeleksi 24 peserta yang sudah terpilih. "Dari 24 ini harus lebih hati-hati milihnya, dan ujung-ujungnya kami (para) juri akan saingan," terang Anggun dalam jumpa pers kontes tersebut di Ruang Serba Guna RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (19/12/2012).

Baik Anggun, Rossa, Dhani, maupun Bebi harus bisa menjaga mutu masing-masing sebagai artis musik yang telah mencetak banyak hit. Selain bertindak sebagai juri, mereka juga bertugas menjadi mentor bagi para peserta X Factor Indonesia. "Juri boleh mencari talent-nya dan membimbingnya. Sesuatu yang berbakat itu pasti ada faktor x-nya," jelas Anggun.

Lain lagi Bebi. Keterlibatannya dalam acara yang akan ditayangkan setiap Jumat, mulai 28 Desember 2012, itu akan menjadi pengalaman pertamanya bertindak sebagai juri. "Ini pengalaman pertama saya jadi juri, sebelumnya tidak pernah. Makanya, sempat pikir-pikir dulu, tapi Dhani bilang, 'Ayo lah'," cerita Bebi.


03.14 | 0 komentar | Read More

KOMPAS.com

Written By bopuluh on Senin, 17 Desember 2012 | 03.14

KOMPAS.comKOMPAS.comNasdem Pertimbangkan JK-Mahfud Setelah PilegPemerintah Tak Bisa Abaikan KPSIPenambang Mulai \"Serbu\" Ambon dan Pulau SeramJane Shalimar Sudah Bentuk Panita Kecil Acara Pernikahannya"The Utans" Jaga Hutan dari Serbuan Makhluk AsingSoal Djoko Tjandra, PNG Segera Buat Perjanjian EkstradisiDikdik Ngaku Tolak Koneksi Polisi di Pilgub JabarMahfud MD dan Hakim MK Dilaporkan ke BareskrimMelalui Srikandi Award, Tugas Mulia Bidan DiapresiasiHatta: Penerimaan PNS Akan DibatasiAntisipasi Lonjakan Pemudik, Armada Kapal DitambahGelar Razia, Polisi Sita 1.050 Liter MirasCemarkan Nama Baik, Unas Gugat Balik AlumninyaIM3 Dominan, Mentari SetiaPetugas PLN Tewas Tergantung di Kabel Listrik


Notice: Undefined index: HTTP_USER_AGENT in /www/cyb2-wskcwp-02/public_html/kompascom2011/index.php on line 13
http://www.kompas.com/ News and Service Mon , 17 Dec 2012 18:00:30 +0000 id 2012 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/1805202/Nasdem.Pertimbangkan.JK.Mahfud.Setelah.Pileg Mon , 17 Dec 2012 18:05:20 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/14/1632083-jusuf-kalla-memberi-keterangan-kasus-century-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Partai Nasional Demokrat akan mendekati Jusuf Kalla dan Mahfud MD sebagai capres dalam Pemilu 2014. Namun, hal itu bergantung pada hasil pileg. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/1805202/Nasdem.Pertimbangkan.JK.Mahfud.Setelah.Pileg">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/1805202/Nasdem.Pertimbangkan.JKMahfud.Setelah.Pileg http://bola.kompas.com/read/xml/2012/12/17/1803366/Pemerintah.Tak.Bisa.Abaikan.KPSI Mon , 17 Dec 2012 18:03:36 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/10/1724105-kongres-kpsi-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Menpora, Djoko Pekik Irianto, menyatakan pemerintah tak bisa begitu saja membubarkan KPSI. <a href="http://bola.kompas.com/read/xml/2012/12/17/1803366/Pemerintah.Tak.Bisa.Abaikan.KPSI">[...]</a> http://bola.kompas.com/read/xml/2012/12/17/1803366/Pemerintah.Tak.Bisa.Abaikan.KPSI http://regional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/1803199/Penambang.Mulai..Serbu..Ambon.dan.Pulau.Seram Mon , 17 Dec 2012 18:03:19 UTC+0700Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu mengakui, ribuan penambang emas ilegal yang keluar dari Pulau Buru kembali merambah wilayah di Maluku <a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/1803199/Penambang.Mulai..Serbu..Ambon.dan.Pulau.Seram">[...]</a> http://regional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/1803199/Penambang.Mulai.Serbu.Ambon.dan.Pulau.Seram http://entertainment.kompas.com/read/xml/2012/12/17/18015865/Jane.Shalimar.Sudah.Bentuk.Panita.Kecil.Acara.Pernikahannya Mon , 17 Dec 2012 18:01:58 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/04/1947215-jane-shalimar-6-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Tak jadi menikah pada &quot;tanggal cantik&quot; 12-12-2012, Jane Shalimar tidak putus asa. Ia kini sudah membentuk panitia kecil untuk acara pernikahannya. <a href="http://entertainment.kompas.com/read/xml/2012/12/17/18015865/Jane.Shalimar.Sudah.Bentuk.Panita.Kecil.Acara.Pernikahannya">[...]</a> http://entertainment.kompas.com/read/xml/2012/12/17/18015865/Jane.Shalimar.Sudah.Bentuk.Panita.Kecil.Acara.Pernikahannya http://tekno.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17580381/The.Utans.Jaga.Hutan.dari.Serbuan.Makhluk.Asing Mon , 17 Dec 2012 17:58:03 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/17/1515463t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Ulin Gameworks, sebuah studio pengembang game berisi delapan orang tengah menggarap kelahiran karya perdana mereka berjudul The Utans. <a href="http://tekno.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17580381/The.Utans.Jaga.Hutan.dari.Serbuan.Makhluk.Asing">[...]</a> http://tekno.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17580381/The.Utans.Jaga.Hutan.dari.Serbuan.Makhluk.Asing http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17571687/Soal.Djoko.Tjandra..PNG.Segera.Buat.Perjanjian.Ekstradisi Mon , 17 Dec 2012 17:57:16 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/19/1111292-djoko-tjandra-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pemerintah Indonesia-Papua Nugini sepakat akan melakukan kerja sama ekstradisi. Pemulangan terpidana Djoko Tjandra semakin menemukan jalan terang. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17571687/Soal.Djoko.Tjandra..PNG.Segera.Buat.Perjanjian.Ekstradisi">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17571687/Soal.Djoko.Tjandra..PNG.Segera.Buat.Perjanjian.Ekstradisi http://regional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17551599/Dikdik.Ngaku.Tolak.Koneksi.Polisi.di.Pilgub.Jabar Mon , 17 Dec 2012 17:55:15 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/17/1059468-20121217eld-pilkada-2-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Calon gubernur dari jalur independent dalam Pilgub Jabar 2013, Dikdik Mulyana Arif Mansyur mengaku tak akan memakai koneksinya di kepolisian. <a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17551599/Dikdik.Ngaku.Tolak.Koneksi.Polisi.di.Pilgub.Jabar">[...]</a> http://regional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17551599/Dikdik.Ngaku.Tolak.Koneksi.Polisi.di.Pilgub.Jabar http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17531493/Mahfud.MD.dan.Hakim.MK.Dilaporkan.ke.Bareskrim Mon , 17 Dec 2012 17:53:14 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/14/1109128-uki-ketua-mahkamah-konstitusi-mahfud-md-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Ketua Mahkamah Konsitusi dan 8 hakim lain di MK dilaporkan ke polisi atas dugaan pemalsuan dokumen pengujian Pasal 18 UU No. 14/2012. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17531493/Mahfud.MD.dan.Hakim.MK.Dilaporkan.ke.Bareskrim">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17531493/Mahfud.MD.dan.Hakim.MK.Dilaporkan.ke.Bareskrim http://health.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17485258/Melalui.Srikandi.Award..Tugas.Mulia.Bidan.Diapresiasi Mon , 17 Dec 2012 17:48:52 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/17/1719073-srikandi-award-t.png" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Tugas bidan sangat mulia, bukan hanya membantu dalam persalinan, tetapi juga menjadi mitra ibu. Perlu diberi apresiasi agar terus menginspirasi. <a href="http://health.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17485258/Melalui.Srikandi.Award..Tugas.Mulia.Bidan.Diapresiasi">[...]</a> http://health.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17485258/Melalui.Srikandi.Award..Tugas.Mulia.Bidan.Diapresiasi http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17471183/Hatta.Penerimaan.PNS.Akan.Dibatasi. Mon , 17 Dec 2012 17:47:11 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/08/23/1355536t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pemerintah akan membatasi penerimaan PNS di masa mendatang. Sebab, ada pemda yang menggunakan 70 persen dana APBD untuk menggaji pegawainya. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17471183/Hatta.Penerimaan.PNS.Akan.Dibatasi.">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17471183/Hatta.Penerimaan.PNS.Akan.Dibatasi. http://regional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17451065/Antisipasi.Lonjakan.Pemudik..Armada.Kapal.Ditambah Mon , 17 Dec 2012 17:45:10 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/09/28/1010208t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pemerintah Provinsi Maluku akan menambah armada kapal feri guna menghindari lonjakan penumpang jelang arus mudik dan arus Natal nanti. <a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17451065/Antisipasi.Lonjakan.Pemudik..Armada.Kapal.Ditambah">[...]</a> http://regional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17451065/Antisipasi.Lonjakan.Pemudik..Armada.Kapal.Ditambah http://regional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17410863/Gelar.Razia..Polisi.Sita.1.050.Liter.Miras Mon , 17 Dec 2012 17:41:08 UTC+0700Sebanyak 1.050 liter minuman keras miras tradisional jenis sopi disita aparat Polres Maluku Tengah di sebuah kapal perintis, KM Mamoli <a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17410863/Gelar.Razia..Polisi.Sita.1.050.Liter.Miras">[...]</a> http://regional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17410863/Gelar.Razia..Polisi.Sita.1.050.Liter.Miras http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17390711/Cemarkan.Nama.Baik..Unas.Gugat.Balik.Alumninya Mon , 17 Dec 2012 17:39:07 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/07/03/0835029t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Alumnus Unas yang mengadukan dugaan ijazah bodong dianggap mencemarkan nama baik kampus. Pihak universitas berencana melaporkan balik mereka. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17390711/Cemarkan.Nama.Baik..Unas.Gugat.Balik.Alumninya">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17390711/Cemarkan.Nama.Baik..Unas.Gugat.Balik.Alumninya http://tekno.kompas.com/read/xml/2012/12/17/1738236/IM3.Dominan..Mentari.Setia Mon , 17 Dec 2012 17:38:23 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/02/1749217t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pengguna IM3 sejauh ini masih mendominasi pengguna Indosat. Namun, pengguna Mentari ternyata tipe setia. <a href="http://tekno.kompas.com/read/xml/2012/12/17/1738236/IM3.Dominan..Mentari.Setia">[...]</a> http://tekno.kompas.com/read/xml/2012/12/17/1738236/IM3.Dominan..Mentari.Setia http://regional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17370673/Petugas.PLN.Tewas.Tergantung.di.Kabel.Listrik Mon , 17 Dec 2012 17:37:06 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/17/1734031-pln-mati-t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Marselinus Rinto Taus 21 salah seorang petugas pemasangan listrik dari PT Nusantara Engineering cabang Kefamenanu, tewas tergantung. <a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17370673/Petugas.PLN.Tewas.Tergantung.di.Kabel.Listrik">[...]</a> http://regional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17370673/Petugas.PLN.Tewas.Tergantung.di.Kabel.Listrik

KOMPAS.comKOMPAS.comNasdem Pertimbangkan JK-Mahfud Setelah PilegPemerintah Tak Bisa Abaikan KPSIPenambang Mulai \"Serbu\" Ambon dan Pulau SeramJane Shalimar Sudah Bentuk Panita Kecil Acara Pernikahannya"The Utans" Jaga Hutan dari Serbuan Makhluk AsingSoal Djoko Tjandra, PNG Segera Buat Perjanjian EkstradisiDikdik Ngaku Tolak Koneksi Polisi di Pilgub JabarMahfud MD dan Hakim MK Dilaporkan ke BareskrimMelalui Srikandi Award, Tugas Mulia Bidan DiapresiasiHatta: Penerimaan PNS Akan DibatasiAntisipasi Lonjakan Pemudik, Armada Kapal DitambahGelar Razia, Polisi Sita 1.050 Liter MirasCemarkan Nama Baik, Unas Gugat Balik AlumninyaIM3 Dominan, Mentari SetiaPetugas PLN Tewas Tergantung di Kabel Listrik


Notice: Undefined index: HTTP_USER_AGENT in /www/cyb2-wskcwp-02/public_html/kompascom2011/index.php on line 13
http://www.kompas.com/ News and Service Mon , 17 Dec 2012 18:00:30 +0000 id 2012 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/1805202/Nasdem.Pertimbangkan.JK.Mahfud.Setelah.Pileg Mon , 17 Dec 2012 18:05:20 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/14/1632083-jusuf-kalla-memberi-keterangan-kasus-century-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Partai Nasional Demokrat akan mendekati Jusuf Kalla dan Mahfud MD sebagai capres dalam Pemilu 2014. Namun, hal itu bergantung pada hasil pileg. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/1805202/Nasdem.Pertimbangkan.JK.Mahfud.Setelah.Pileg">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/1805202/Nasdem.Pertimbangkan.JKMahfud.Setelah.Pileg http://bola.kompas.com/read/xml/2012/12/17/1803366/Pemerintah.Tak.Bisa.Abaikan.KPSI Mon , 17 Dec 2012 18:03:36 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/10/1724105-kongres-kpsi-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Menpora, Djoko Pekik Irianto, menyatakan pemerintah tak bisa begitu saja membubarkan KPSI. <a href="http://bola.kompas.com/read/xml/2012/12/17/1803366/Pemerintah.Tak.Bisa.Abaikan.KPSI">[...]</a> http://bola.kompas.com/read/xml/2012/12/17/1803366/Pemerintah.Tak.Bisa.Abaikan.KPSI http://regional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/1803199/Penambang.Mulai..Serbu..Ambon.dan.Pulau.Seram Mon , 17 Dec 2012 18:03:19 UTC+0700Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu mengakui, ribuan penambang emas ilegal yang keluar dari Pulau Buru kembali merambah wilayah di Maluku <a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/1803199/Penambang.Mulai..Serbu..Ambon.dan.Pulau.Seram">[...]</a> http://regional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/1803199/Penambang.Mulai.Serbu.Ambon.dan.Pulau.Seram http://entertainment.kompas.com/read/xml/2012/12/17/18015865/Jane.Shalimar.Sudah.Bentuk.Panita.Kecil.Acara.Pernikahannya Mon , 17 Dec 2012 18:01:58 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/04/1947215-jane-shalimar-6-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Tak jadi menikah pada &quot;tanggal cantik&quot; 12-12-2012, Jane Shalimar tidak putus asa. Ia kini sudah membentuk panitia kecil untuk acara pernikahannya. <a href="http://entertainment.kompas.com/read/xml/2012/12/17/18015865/Jane.Shalimar.Sudah.Bentuk.Panita.Kecil.Acara.Pernikahannya">[...]</a> http://entertainment.kompas.com/read/xml/2012/12/17/18015865/Jane.Shalimar.Sudah.Bentuk.Panita.Kecil.Acara.Pernikahannya http://tekno.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17580381/The.Utans.Jaga.Hutan.dari.Serbuan.Makhluk.Asing Mon , 17 Dec 2012 17:58:03 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/17/1515463t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Ulin Gameworks, sebuah studio pengembang game berisi delapan orang tengah menggarap kelahiran karya perdana mereka berjudul The Utans. <a href="http://tekno.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17580381/The.Utans.Jaga.Hutan.dari.Serbuan.Makhluk.Asing">[...]</a> http://tekno.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17580381/The.Utans.Jaga.Hutan.dari.Serbuan.Makhluk.Asing http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17571687/Soal.Djoko.Tjandra..PNG.Segera.Buat.Perjanjian.Ekstradisi Mon , 17 Dec 2012 17:57:16 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/19/1111292-djoko-tjandra-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pemerintah Indonesia-Papua Nugini sepakat akan melakukan kerja sama ekstradisi. Pemulangan terpidana Djoko Tjandra semakin menemukan jalan terang. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17571687/Soal.Djoko.Tjandra..PNG.Segera.Buat.Perjanjian.Ekstradisi">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17571687/Soal.Djoko.Tjandra..PNG.Segera.Buat.Perjanjian.Ekstradisi http://regional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17551599/Dikdik.Ngaku.Tolak.Koneksi.Polisi.di.Pilgub.Jabar Mon , 17 Dec 2012 17:55:15 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/17/1059468-20121217eld-pilkada-2-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Calon gubernur dari jalur independent dalam Pilgub Jabar 2013, Dikdik Mulyana Arif Mansyur mengaku tak akan memakai koneksinya di kepolisian. <a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17551599/Dikdik.Ngaku.Tolak.Koneksi.Polisi.di.Pilgub.Jabar">[...]</a> http://regional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17551599/Dikdik.Ngaku.Tolak.Koneksi.Polisi.di.Pilgub.Jabar http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17531493/Mahfud.MD.dan.Hakim.MK.Dilaporkan.ke.Bareskrim Mon , 17 Dec 2012 17:53:14 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/14/1109128-uki-ketua-mahkamah-konstitusi-mahfud-md-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Ketua Mahkamah Konsitusi dan 8 hakim lain di MK dilaporkan ke polisi atas dugaan pemalsuan dokumen pengujian Pasal 18 UU No. 14/2012. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17531493/Mahfud.MD.dan.Hakim.MK.Dilaporkan.ke.Bareskrim">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17531493/Mahfud.MD.dan.Hakim.MK.Dilaporkan.ke.Bareskrim http://health.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17485258/Melalui.Srikandi.Award..Tugas.Mulia.Bidan.Diapresiasi Mon , 17 Dec 2012 17:48:52 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/17/1719073-srikandi-award-t.png" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Tugas bidan sangat mulia, bukan hanya membantu dalam persalinan, tetapi juga menjadi mitra ibu. Perlu diberi apresiasi agar terus menginspirasi. <a href="http://health.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17485258/Melalui.Srikandi.Award..Tugas.Mulia.Bidan.Diapresiasi">[...]</a> http://health.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17485258/Melalui.Srikandi.Award..Tugas.Mulia.Bidan.Diapresiasi http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17471183/Hatta.Penerimaan.PNS.Akan.Dibatasi. Mon , 17 Dec 2012 17:47:11 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/08/23/1355536t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pemerintah akan membatasi penerimaan PNS di masa mendatang. Sebab, ada pemda yang menggunakan 70 persen dana APBD untuk menggaji pegawainya. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17471183/Hatta.Penerimaan.PNS.Akan.Dibatasi.">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17471183/Hatta.Penerimaan.PNS.Akan.Dibatasi. http://regional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17451065/Antisipasi.Lonjakan.Pemudik..Armada.Kapal.Ditambah Mon , 17 Dec 2012 17:45:10 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/09/28/1010208t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pemerintah Provinsi Maluku akan menambah armada kapal feri guna menghindari lonjakan penumpang jelang arus mudik dan arus Natal nanti. <a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17451065/Antisipasi.Lonjakan.Pemudik..Armada.Kapal.Ditambah">[...]</a> http://regional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17451065/Antisipasi.Lonjakan.Pemudik..Armada.Kapal.Ditambah http://regional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17410863/Gelar.Razia..Polisi.Sita.1.050.Liter.Miras Mon , 17 Dec 2012 17:41:08 UTC+0700Sebanyak 1.050 liter minuman keras miras tradisional jenis sopi disita aparat Polres Maluku Tengah di sebuah kapal perintis, KM Mamoli <a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17410863/Gelar.Razia..Polisi.Sita.1.050.Liter.Miras">[...]</a> http://regional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17410863/Gelar.Razia..Polisi.Sita.1.050.Liter.Miras http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17390711/Cemarkan.Nama.Baik..Unas.Gugat.Balik.Alumninya Mon , 17 Dec 2012 17:39:07 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/07/03/0835029t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Alumnus Unas yang mengadukan dugaan ijazah bodong dianggap mencemarkan nama baik kampus. Pihak universitas berencana melaporkan balik mereka. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17390711/Cemarkan.Nama.Baik..Unas.Gugat.Balik.Alumninya">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17390711/Cemarkan.Nama.Baik..Unas.Gugat.Balik.Alumninya http://tekno.kompas.com/read/xml/2012/12/17/1738236/IM3.Dominan..Mentari.Setia Mon , 17 Dec 2012 17:38:23 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/02/1749217t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pengguna IM3 sejauh ini masih mendominasi pengguna Indosat. Namun, pengguna Mentari ternyata tipe setia. <a href="http://tekno.kompas.com/read/xml/2012/12/17/1738236/IM3.Dominan..Mentari.Setia">[...]</a> http://tekno.kompas.com/read/xml/2012/12/17/1738236/IM3.Dominan..Mentari.Setia http://regional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17370673/Petugas.PLN.Tewas.Tergantung.di.Kabel.Listrik Mon , 17 Dec 2012 17:37:06 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/17/1734031-pln-mati-t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Marselinus Rinto Taus 21 salah seorang petugas pemasangan listrik dari PT Nusantara Engineering cabang Kefamenanu, tewas tergantung. <a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17370673/Petugas.PLN.Tewas.Tergantung.di.Kabel.Listrik">[...]</a> http://regional.kompas.com/read/xml/2012/12/17/17370673/Petugas.PLN.Tewas.Tergantung.di.Kabel.Listrik


03.14 | 0 komentar | Read More

Warga Temukan 24 Peluru Aktif di Dekat Restoran Steak

Written By bopuluh on Minggu, 16 Desember 2012 | 03.14

Warga Temukan 24 Peluru Aktif di Dekat Restoran Steak

Penulis : Fabian Januarius Kuwado | Minggu, 16 Desember 2012 | 17:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Aparat Kepolisian Sektor Duren Sawit mengamankan 24 butir peluru aktif di tepi Kalimalang, tepatnya dekat restoran Steak and Shake, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (16/12/2012) siang. Peluru tersebut diduga milik aparat keamanan.

Kepala Kepolisian Sektor Duren Sawit, Kompol Imran Gultom mengungkapkan, peluru-peluru itu ditemukan oleh seorang warga sekitar atas nama Saryono sekitar pukul 14.00 WIB saat warga tengah melakukan kerja bakti. Saksi curiga atas plastik berwarna putih berisi benda kecoklatan.

"Ternyata pas dibuka oleh saksi, isinya peluru. Itu pelurunya jenis mouser, biasa digunakan Polisi dan militer," ujar Imran saat dihubungi Kompas.com, Minggu (16/12/2012) sore.

Menurut Imran, saat ditemukan, kondisi peluru yang memiliki diameter 3 centimeter serta panjang 5 centimeter dan runcing pada bagian ujungnya tersebut sudah dalam kondisi berkarat. Meski tidak berbahaya, peluru-peluru itu masih dalam kondisi aktif.

Kini, petugas kepolisian sudah mengamankan 24 butir peluru tersebut. Petugas pun menyelidiki terkait siapa pemilik serta motif pembuangan peluru. "Sudah kami bawa ke Polsek Duren Sawit untuk diselidiki siapa yang buang," lanjutnya.

Editor :

Erlangga Djumena


03.14 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger