Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Antisipasi Hipertensi, Stroke, dan Diabetes Selama Mudik

Written By bopuluh on Minggu, 04 Agustus 2013 | 04.14


KOMPAS.com - Berbagai masalah kesehatan seharusnya tak menjadi penghalang dalam melaksanakan mudik dan merayakan Hari Lebaran bersama seluruh keluarga.  Bagi Anda yang memiliki penyakit tertentu, sebaiknya persiapkan kondisi kesehatan Anda jauh-jauh hari.

Termasuk bila dalam anggota keluarga ada yang memiliki riwayat penyakit kronis seperti hipertensi, stroke dan diabetes. Sebaiknya jangan diabaikan. Penting artinya bagi Anda untuk mengetahui bagaimana langkah dan respons cepat kegawatdaruratan untuk mengatasinya.

Berikut ini adalah langkah dan respon cepat kegawatdaruratan untuk mengatasi penyakit hipertensi, stroke, dan diabetes seperti dilansir Kementerian Kesehatan RI :


- Hipertensi

a. Gejala

Kambuhnya penyakit tekanan darah tinggi, akan membuat penderitanya hilang kesadaran hingga meninggal dunia. Penyakit ini ditandai :

1. Sakit kepala yang semakin berat
2. Kemampuan alat gerak melemah
3. Suara gagap/pelo
4. Gangguan penglihatan
5. Kesemutan/kebal pada alat gerak

b. Respon cepat

Bila teman mudik mengalami gejala tersebut, segera lakukan

1. Istirahat untuk memulihkan kondisi
2. Bila keluhan tak berkurang, secepatnya datang ke pos pelayanan / fasilitas kesehatan terdekat

c. Pencegahan
Penyakit darah tinggi bisa dihindari bila mampu mengelolanya dengan baik. Pengelolaan yang baik akan membuat perjalanan mudik lebih nyaman. Berikut pencegahan yang bisa dilakukan sebelum mudik :
1. Selalu teratur minum obat
2. Jaga pola makan seimbang dan kurangi konsumsi garam
3. Kelola stress selama perjalanan

- Stroke

a. Gejala
Stroke diakibatkan terhambatnya pasokan darah yang membawa nutrisi dan oksigen, ke jaringan otak. Akibatnya jaringan otak mati dan fungsinya hilang mendadak, baik seluruh atau sebagian. Gejala stroke disingkat menjadi Segera Ke RS yang merupakan singkatan dari
1. Se    : SEnyum asimetris
2. Ge    : GErak yang melemah
3. Ra    : SuaRA gagap
4. Ke    : KEbas / baal
5. R    : Rabun
6. S    : Sempoyongan

b. Respon cepat
Semakin cepat pertolongan diberikan, wilayah otak yang kehilangan fungsi akan semakin sempit. Sehingga, kesempatan sembuh semakin besar. Bila rekan mudik mengalami gejala tersebut, maka segera lakukan :
1. Hentikan semua kegiatan, terutama bila sedang mengemudi
2. Istirahat, bila perlu minta tolong ke orang terdekat
3. Segera ke pos pelayanan / fasilitas kesehatan terdekat

c. Pencegahan
Serangan stroke bisa dicegah. Berikut langkah preventif yang bisa dilakukan, sebelum mudik dilakukan :
1. Diet sehat dan seimbang, dengan konsumsi garam kurang dari 2.00 mg atau 1 sendok teh.
2. Berolahraga ringan 30-60 menit, selama 4-7 hari secara teratur
3. Stop merokok.

- Diabetes mellitus

a. Gejala
Penyakit ini diakibatkan ketidakmampuan insulin mengubah glukosa menjadi energi. Akibatnya glukosa meningkat, namun penderita lemas karena kekurangan energi. Pada saat mudik, pastikan penderita diabetes tidak menderita gejala berikut :
1. Berkeringat dingin
2. Badan lemas
3. Pandangan kabur
4. Mual
5. Muntah

b. Respon cepat
Bila penderita diabetes mengalami gejala tersebut, segera lakukan :
1. Konsumsi asupan manis, seperti permen, teh manis, atau air gula
2. Beristirahat
3. Cek kadar gula dan segera ke pos pelayanan / fasilitas kesehatan terdekat

c. Pencegahan
Diabetes tentu bukan menjadi penghalang untuk mudik. Mudik akan berjalan lebih baik, bila diabetes bisa dicegah dengan tindak berikut :
1. Minum obat secara teratur
2. Jaga pola makan tetap sehat dan seimbang, terutama konsumsi buah dan sayur
3. Sebaiknya mulai aktivitas fisik 30 menit setelah makan.


04.14 | 0 komentar | Read More

100 Hari Kepergian Uje, Pipik dan Ibu Uje Bikin Acara Terpisah

TRIBUN JAKARTA/JEPRIMA

Istri Ustaz Jeffry Al Buchori atau Uje, Pipik Dian Irawati, menangis di depan jenazah sang suami, di rumah duka, Perumahan Bukit Mas, Rempoa, Tangerang Selatan, Jumat (26/4/2013). Uje meninggal dunia karena kecelakaan tunggal sepeda motor di depan rumah yang beralamat di Jalan Gedung Hijau Raya No 17, Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Jumat dini hari, kira-kira pukul 02.00 WIB.

JAKARTA, KOMPAS.com -- Air mata Pipik Dian Irawati masih mengalir saat memperingati 100 Hari Kepergian Ustaz Jeffry Al Buchori atau Uje di kediamannya, kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Sabtu (3/8/2013). Air matanya jatuh saat pembacaan shalawat dimulai di tengah 230 anak yatim piatu yang diundang ke acara tersebut.

Pipik juga memberi tausiah atau ceramah. Dalam tausiahnya ia berharap, dari anak-anak yatim piatu yang hadir ada yang bisa menjadi dai seperti almarhum suaminya.

"Semoga ada yang memegang tongkat estafet dakwah. Katakan yang hak walau itu sakit, hak Allah bukan hak kita. Saya doain yang ada di sini jadi ulama besar dan ustazah," ucap Pipik.

Pipik sengaja mengundang para anak yatim piatu itu untuk ikut mendoakan almarhum suaminya dan menerima rezeki yang dibaginya. Walau acara serupa juga akan diadakan oleh Umi Tatu, ibu Uje, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (4/8/2013), Pipik memiliki alasan untuk tidak  menggabungkan acaranya dengan acara Umi Tatu.

"Saya memilih pas tanggal persis 100 hari dan acara yang sederhana, cuma ingin itu saja," ucapnya lagi.


04.14 | 0 komentar | Read More

Tevez: Latihan di Juventus dan Boca Sama Beratnya


TURIN, KOMPAS.com - Penyerang Juventus, Carlos Tevez, mengaku kelelahan menjalani latihan bersama klub barunya itu. Menurut Tevez, pola I Bianconeri sama berat ketika Tevez masih bermain di Boca Juniors. Ia pun bersemangat untuk menunjukkan kemampuan terbaik saat latihan.

Tevez memang mengawali karier sebagai pemain Boca pada 2001-2004. Setelah itu, Tevez sempat bermain di Corinthians pada 2004-2006, sebelum berkarier di Inggris bersama West Ham United, Manchester United, dan Manchester City dari 2006-2013.

"Aku berlatih sangat intens dan itu normal aku menjadi sedikit kelelahan. Aku belum pernah berlatih sekeras ini sejak terakhir berada di Boca Juniors!" tegas Tevez.

Tevez sangat berhasrat menjadi pemain utama di skuad asuhan Antonio Conte. Pasalnya, Tevez memiliki banyak pesaing di lini depan Juventus, seperti Fernando Llorente, Mirko Vucinic, Sebastian Giovinco, Alessandro Matri, dan Fabio Quagliarella.

"Tujuan utama aku berlatih keras adalah siap untuk Piala Super Italia. Pertandingan seperti melawan Los Angeles Galaxy berguna untuk membantu Anda mempersiapkan diri dengan cara sebaik mungkin," lanjut pemain berusia 29 tahun itu.


04.14 | 0 komentar | Read More

Benahi Rusun Marunda, Jokowi Contoh Busan


JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Joko Widodo mengaku telah memiliki rencana tata ruang rumah susun Marunda, Jakarta Utara. Untuk konsepnya, Jokowi mengaku mencontoh Kota Busan (Korea Selatan) dan Toyapayo (Filipina).

"Ada public space areanya. Kita niru negara lain yang bagus-bagus, di Busan, Toyapayo," ujar Jokowi usai membagi sembako bagi warga rusun Marunda, Jakarta, Minggu (4/8/2013) sore.

Seperti diketahui, kompleks rusun Marunda telah memiliki 26 blok rusun yang telah dihuni. Masih 9 blok yang belum bisa dihuni lantaran masih membutuhkan renovasi fasilitas. Lima blok di antaranya telah rampung sehingga tersisa empat blok yang belum direnovasi.

Rencananya, kesembilan blok tersebut diperuntukkan bagi warga Waduk Pluit yang terkena program relokasi akibat normalisasi kawasan waduk.

Jokowi mengatakan, pembenahan empat blok rusun Marunda itu akan terus dikebut. "Baru dicat, baru diperbaiki, sudah hampir rampung. Saya kira dua bulan lagi rampung," ujarnya.

Editor : Kistyarini


04.14 | 0 komentar | Read More

Tak Independen, 81 Penyelenggara Pemilu Sudah Diberhentikan

Written By bopuluh on Kamis, 01 Agustus 2013 | 04.14


JAKARTA, KOMPAS.com - Baru satu tahun umur Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) berdiri dan bekerja, tetapi sudah 81 orang anggota komisi pemilihan umum (KPU) dan panitia pengawas pemilu (panwaslu) di daerah yang diberhentikan. Pemberhentian itu disebabkan penyelenggara tidak independen dan berpihak pada salah satu calon peserta pemilu dan pemilihan kepala daerah (pilkada).

"Sejak 2012 lalu sudah ada 81 orang anggota KPU dan panwaslu di daerah yang diberhentikan. Cukup banyak. Termasuk lima anggota KPU Nagekeo, Nusa Tenggara Timur," ujar Juru Bicara sekaligus Anggota DKPP Nur Hidayat Sardini saat dihubungi, Kamis (1/8/2013).

Selain sanksi pemberhentian, menurutnya, DKPP beberapa kali juga menjatuhkan sanksi pemberhentian sementara atau sekadar pemberhentian kepada penyelenggara pemilu yang terbukti melakukan pelanggaran kode etik. Nur mengatakan, untuk selain penegakan sanksi atas pelanggaran kode etik, pihaknya juga mengupayakan pencegahakn pelanggaran. Hal itu, katanya, dilakukan dengan pelaksanaan bimbingan teknik kepada penyelanggara pemilu di daerah.

Menurutnya, bimbingan teknis terutama untuk mencegah pelanggaran kode etik yang disebabkan ketidakprofesionalan penyelenggara. Selain itu, katanya, DKPP juga melakukan sosialisasi dan kampanye agar petugas-petugas pemilu di setiap jenjang tidak mengalami demotivasi yang menyebabkan integritasnya terganggu.

"Kami harap petugas-petugas tidak goyah oleh bujuk dan rayuan," kata mantan anggota Badan Pengawas Pemilu itu.

Untuk lebih memastikan kode etik ditegakkan, katanya, DKPP mendorong agar KPU dan Bawaslu duduk bersama untuk membahas peraturan bersama tata kerja.

"Dalam waktu dekat peraturan itu akan ditandatangani bersama," jelas Nur.

Terakhir, DKPP memberhentikan tetap lima komisioner KPU Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis. Mereka adalah Ketua KPU Nagekeo NTT Yohanes Ardus Seda, dan empat anggota, Mathilde Paulina Dhae, Martinus Syrilus Malo, Marianus Bele Ritan serta Nikolaus Hema Daen.  

"Berdasarkan penilaian atas fakta-fakta dalam persidangan, setelah memeriksa keterangan pengadu, memeriksa keterangan dan jawaban teradu, memeriksa bukti-bukti dokumen, dan keterangan saksi-saksi, bukti-bukti yang disampaikan pengadu dan teradu, DKPP menyimpulkan Ketua dan anggota KPU Nagekeo terbukti melanggar kode etik penyelenggara Pemilu," kata Ketua DKPP Jimly Asshiddiqie.

Editor : Caroline Damanik


04.14 | 0 komentar | Read More

MUI: Solaria Belum Mempunyai Sertifikat Halal


JAKARTA, KOMPAS.com
- Majelis Ulama Indonesia melalui Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), menyatakan restoran Solaria belum mengantungi sertifikat halal.

Hal ini terkait  dengan banyaknya pertanyaan dari masyarakat mengenai kehalalan restoran Solaria, seperti disampaikan dalam situs resmi HalalMUI, Kamis (1/8/2013).

"Maka bersama ini disampaikan bahwa MUI melalui Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) belum pernah melakukan pemeriksaan atas produk makanan/minuman dan atau mengeluarkan sertifikat halal untuk restoran Solaria di mana pun," tulis MUI.

Dengan itu, MUI tidak menjamin kehalalan makanan/minuman yang disajikan oleh restoran Solaria. Pengumuman ini, sebut LPPOM MUI, untuk menjawab kebingunan masyarakat serta demi melindungi umat Islam dari makanan yang tidak terjamin kehalalannya.

Sementara itu Operational Manager Solaria Dedy Nugrahadi mengakui pihaknya memang belum memiliki sertifikat halal dari MUI. Namun ia menjamin semua proses produksi makanan dan minuman di Solaria halal. Sebab, ada mekanisme sendiri bagi perusahaan untuk memproses makanan dan minuman tersebut. "Tapi memang kami belum ada sertifikat halal dari MUI. Kami akan segera mengurusnya," kata Dedy kepada Kompas.com di Jakarta, hari ini.

Editor : Erlangga Djumena


04.14 | 0 komentar | Read More

Wanita Pembuka Portal Busway Panik karena Suami Sakit Jantung

JAKARTA, KOMPAS.com — Basaria Sirait mengaku terpaksa membuka portal busway koridor XI di wilayah Cipinang, Jakarta Timur. Saat itu ia panik karena tengah membawa suaminya yang sedang mengalami sakit jantung.

Basaria diketahui membuka portal busway jurusan Kampung Melayu-Wali Kota Jakarta Timur di dekat Selter Imigrasi, Jakarta Timur, Kamis (1/8/2013) sekitar pukul 07.30. Berdasarkan akun Twitter @BLUTransJakarta, salah seorang wanita yang duduk di kursi tengah sebelah kanan membuka jendelanya. Wanita yang kemudian diketahui bernama Basaria itu berteriak ke petugas transjakarta yang berjaga untuk membuka portal tersebut. Setengah badannya dikeluarkan dari jendela mobil.

"Istri saya sudah keburu panik, turun, dan membuka portal karena saya sendiri sudah lemas karena sakit jantung," kata Luhut Lumban Toruan, suami Basaria, saat ditemui wartawan di kediamannya di Perum Arlin, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis sore.

Menurut Luhut, saat itu ia hendak diantar menuju Rumah Sakit M Ridwan Meuraksa di wilayah Jakarta Pusat bersama istrinya. Pada saat kejadian, mobil itu dikemudikan oleh sopir mereka. Namun, karena kondisi jalan macet, mereka berniat menggunakan busway.

"Sebelumnya sudah meminta izin kepada petugas agar dibuka portalnya karena membawa orang sakit, tapi dicuekin. Karena tidak diizinkan, istri saya panik," ujarnya.

Luhut mengatakan, saat ini kondisinya telah membaik setelah menjalani pemeriksaan. Ia mendapatkan perawatan dengan berobat jalan.

Secara terpisah, Kepala Humas Transjakarta Sri Ulina Pilem membenarkan kejadian tersebut. Namun, dia menampik bahwa arus lalu lintas di jalan sekitar busway itu tengah macet. Menurutnya, tidak ada alasan untuk menerobos busway.

"Pengendara ini sudah adu argumen dengan petugas kita yang melarang masuk. Sampai dia mengeluarkan setengah badan dari mobil. Tapi petugas diamkan, dia sempat maksa dan membuka portal sendiri," ujar Sri.

Kepala Subdit Gakum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Hindarsono mengatakan sudah menerima laporan tersebut. Ia sudah mengirim anggotanya ke kediaman keluarga tersebut untuk melakukan pemeriksaan. Menurutnya, keluarga tersebut melakukannya karena memburu waktu untuk membawa orang yang tengah sakit.

"Jadi keluarganya ada yang sakit. Karena buru-buru, mau masuk di jalur busway. Cuma dia panik karena dia pengin ke rumah sakit," ujar Hindarsono.

Meski demikian, ia tetap melakukan penindakan dengan memberikan penilangan. Ia meminta semua pihak agar memikirkan terlebih dulu ketika melakukan pelanggaran dengan memasuki busway.

"Apabila melakukan pelanggaran seperti itu, pikir dulu dengan kepentingan umumnya karena busway ini kendaraan yang butuh cepat, dan ini juga bisa mengganggu lalu lintas transportasi umum," ujar Hindarsono.

Editor : Laksono Hari Wiwoho


04.14 | 0 komentar | Read More

Bale Akan Disambut dengan Baik di Madrid

KOMPAS.com - Gareth Bale bakal mendapat sambutan yang bagus jika dia akhirnya mendarat di Santiago Bernabeu. Pasalnya, sejumlah pemain Real Madrid antusias mendengar kabar winger asal Wales tersebut akan segera bergabung.

Pemain terakhir yang memberikan pujian kepada bintang Tottenham Hotspur tersebut adalah Kaka. Menurut pemain asal Brasil ini, Bale merupakan pemain sangat bagus, dan layak masuk skuad El Real.

Sebelumnya, sejumlah bintang Madrid pun memberikan pujian kepada Bale. Mereka adalah penjaga gawang Iker Casillas, serta bek kanan Sergio Ramos. Intinya, bintang-bintang Madrid tersebut sangat mendukung rencana manajemen mendatangkan winger berusia 24 tahun itu.

"Dia pemain yang sangat, sangat bagus," ujar Kaka kepada Sky Sports News, seperti dikutip, Kamis (1/8/2013). "Jika dia datang ke Madrid, maka dia akan disambut dengan tangan terbuka."

"Dia pemain yang mengagumkan dengan kemampuan teknik, skill dan trik. Kami akan sangat senang jika dia datang."

Bale menjadi incaran utama Madrid pada bursa transfer musim panas ini. Bahkan, El Real siap memenuhi permintaan Tottenham, yang hanya mau melepas Bale di harga 120 juta euro (sekitar Rp 1,6 triliun).

Mengenai rencana transfer tersebut, dilaporkan bahwa Spurs dan Madrid sudah mencapai kata sepakat, sehingga dalam waktu dekat bakal ada konfirmasi jika Bale akan memecahkan rekor transfer sebagai pemain termahal di dunia, yang sampai kini dipegang Cristiano Ronaldo.

Ketika membeli Ronaldo dari Manchester United pada musim 2009, Madrid menggelontorkan dana 96 juta euro (sekitar Rp 1,3 triliun). Sejak itu, Ronaldo menyandang predikat sebagai pemain termahal di dunia.


04.14 | 0 komentar | Read More

Menparekraf: Promosi Pariwisata Kaltim Masih Kurang

Written By bopuluh on Selasa, 30 Juli 2013 | 04.14

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu mengatakan bahwa promosi pariwisata di Kalimantan Timur (Kaltim) masih kurang, dimana kabupaten dan kota masih berjalan sendiri-sendiri.

"Kalau mau jujur saya katakan bahwa promosi pariwisata di Kaltim masih kurang, dan perlunya ada koordinasi antara kabupaten dan kota di Kaltim dalam melakukam promosi," kata Mari pada acara Kaltim Summit II 2013 di Balikpapan, Selasa (30/7/2013).

Menparekraf mengharapkan dengan adanya koordinasi antara kabupaten dan kota dalam melakukan promosi pariwisata maka akan terbentuk "brand" pariwisata untuk Kaltim.

Saat ini ada empat tempat pariwisata di Kaltim yang masuk dalam 88 destinasi pariwisata nasional di antaranya adalah Pulau Derawan dan Kota Bangun.

"Selain infrastruktur yang merupakan salah satu akses yang dibutuhkan dalam pengembangan pariwisata, dibutuhkan pula sumber daya manusia dan ini sangat penting," kata Mari.

Menurut Menparekraf, saat ini yang banyak memiliki SDM yang baik dalam mengembangkan pariwisata baru di Bali dan Jakarta, sementara daerah lain masih kurang SDM.

"Saya menyarankan kepada Gubernur Kaltim untuk mendirikan sekolah pariwisata setingkat diploma dan dapat bekerja sama dengan sekolah pendidikan di bawah Kemenparekraf," kata Mari.

Pemerintah Daerah, tambah Mari, juga harus berani melaksanakan acara yang sifatnya nasional dan internasional, sehingga akan mendorong pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata.

Editor : I Made Asdhiana


04.14 | 0 komentar | Read More

Pemerintah Makedonia Mewanti-wanti soal Suhu Udara Panas

  • Penulis :
  • Josephus Primus
  • Selasa, 30 Juli 2013 | 18:07 WIB

Angin pun bisa membawa udara panas ke dalam rumah. Sedangkan radiasi terjadi akibat adanya panas meresap dalam bahan atau material yang memiliki kemampuan meningkatkan suhu benda tersebut.

www.houzz.com

Angin pun bisa membawa udara panas ke dalam rumah. Sedangkan radiasi terjadi akibat adanya panas meresap dalam bahan atau material yang memiliki kemampuan meningkatkan suhu benda tersebut.

www.houzz.com

KOMPAS.com - Pemerintah Makedonia mewanti-wanti rakyatnya, khususnya yang tinggal di ibu kota Skopje, soal suhu udara panas hingga 40 derajat Celcius. Menurut warta AP pada Selasa (30/7/2013), rakyat diminta tidak keluar rumah demi menghindari sengatan sinar matahari.

Kementerian Kesehatan Makedonia mengatakan suhu udara bahkan bisa mencapai 42 derajat Celcius pada musim panas di bekas pecahan Yugoslavia ini. "Ini temperatur tertinggi,"kata kementerian itu.

Khusus hari Selasa ini, pemerintah mengimbau agar warga berusia di atas 60 tahun dan
perempuan hamil tak berangkat kerja. "Seluruh pekerja yang bekerja di tempat terbuka bisa berhenti beraktivitas mulai pukul 11 siang hingga 5 sore,"kata maklumat pemerintah.

Otoritas kesehatan itu juga mengatakan kalau temperatur akan perlahan turun pada secepatnya Rabu (31/7/2013). "Tapi, udara panas dan kering bakal berlanjut setidaknya seminggu ke depan,"demikian Kementerian Kesehatan Makedonia.

Editor : Josephus Primus


04.14 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger