Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Tabrak Tukang Ojek, Truk Dibakar Massa

Written By bopuluh on Sabtu, 02 Maret 2013 | 03.14

Kecelakaan

Tabrak Tukang Ojek, Truk Dibakar Massa

Penulis : Adi Sucipto | Sabtu, 2 Maret 2013 | 17:52 WIB

TUBAN, KOMPAS.com -- Truk tronton bernomor polisi B-9190-YAZ yang dikemudikan Sumanri dibakar massa setelah menabrak tukang ojek di Desa Telogowaru, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (2/3/2013) sekitar pukul 12.00. Truk bermuatan tanah liat untuk bahan baku semen milik PT Semen Gresik menyebabkan Hadi tewas di lokasi kejadian.

Kecelakaan itu berawal saat Hadi mengantar penumpangnya, Alif, menuju kargo PT Semen Gresik. Saat hendak belok ke kanan, truk oleng ke kanan menyenggol sepeda motor yang dikemudikan Hadi. Sepeda motor itu pun terjatuh, Hadi terlindas truk lalu terseret sejauh 30 meter. Ia meninggal di lokasi kejadian. Sementara Alif yang terpental mengalami luka berat. Kedua korban dibawa ke RSUD Dr Koesma, Tuban.

Warga di sekitar lokasi kejadian tersulut emosinya dan langsung membakar truk tersebut. Tiga mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Api padam setengah jam kemudian.

Sebanyak 100 personel polisi juga dikerahkan untuk mengantisipasi tindakan warga. Kepala Polres Tuban, Ajun Komisaris Awang Joko Rumitro mengatakan, supir truk  sudah diamankan di Polres Tuban.

Akibat kejadian itu jalur dari arah dan menuju kargo PT Semen Gresik macet. Aktivitas bongkar-muat semen juga terhambat.

Sehari sebelumnya, sepeda motor roda tiga yang dikemudikan Herry Cahyono juga dibakar massa dan dilemparkan ke sungai di Jalan Panglima Sudirman. Pemicunya kendaraan bermuatan keramik itu menabrak pedagang krupuk, Slamet, dan seorang pelajar SMK Taruna Jaya Prawira Tuban, Indra Lesmana. Indra tewas di lokasi kejadian.

Herry yang sempat kabur karena takut diamuk massa sudah diamankan polisi. Ia menjalani pemeriksaan di Unit Kecelakaan Satuan Lalu Lintas Polres Tuban.


03.14 | 0 komentar | Read More

Muzakir Manaf Kembali Pimpin Partai Aceh

Politik Aceh

Muzakir Manaf Kembali Pimpin Partai Aceh

Penulis : Mohamad Burhanudin | Sabtu, 2 Maret 2013 | 18:00 WIB

BANDA ACEH, KOMPAS.com -- Muzakir Manaf kembali terpilih sebagai Ketua Umum Partai Aceh. Dalam Musyawarah Besar I Partai Aceh yang digelar di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Sabtu (2/3/2013 ), bekas Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum partai lokal terbesar di Aceh ini untuk periode 2013-2018.

Mubes I dihadiri oleh Dewan Pimpinan Partai Aceh, Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat, seluruh dewan pimpinan wilayah partai, dan perwakilan KPA seluruh wilayah. KPA adalah organisasi wadah untuk para mantan anggota GAM.

Dalam konferensi pers usai rapat pemilihan ketua umum, Wakil Ketua Partai Aceh, Kamaruddin Abubakar mengatakan, semua perwakilan yang hadir sepakat memilih Muzakir sebagai ketua umum untuk kedua kalinya. Selanjutnya, Wakil Gubernur Aceh tersebut diberi mandat untuk menyusun kepengurusan Partai Aceh periode 2013-2018.

"Ketua umum sekaligus ketua formatur diberi waktu 3 x 24 jam untuk menyusun kepengurusan harian lengkap Dewan Pimpinan Partai Aceh," kata Kamaruddin.

Dalam sambutan yang dibacakan Kamaruddin, Muzakir mengingatkan kepada kadernya tentang banyaknya agenda perjuangan yang harus diselesaikan partainya. Agenda perjuangan tersebut antara lain pentingnya meningkatkan kekompakan kader Partai Aceh dan KPA di semua tingkatan dan seluruh Aceh. Muzakir juga mengingatkan jajarannya akan datangnya Pemilu 2014 dalam waktu dekat, serta target partai untuk memenangkan pemilihan DPR kabupaten dan kota maupun DPR Aceh.

"Kami juga membangun komunikasi dan hubungan dengan partai politik nasional untuk mengantarkan kader Partai Aceh menduduki kursi DPR, yang pada waktunya nanti kami umumkan," kata Kamaruddin.


03.14 | 0 komentar | Read More

Soal Bentrok Ormas, Jokowi : Rukun Semuanya!

JAKARTA, KOMPAS.com - Bentrokan antara organisasi masyarakat di DKI Jakarta beberapa waktu lalu dianggap sepele oleh Ketua Badan Musyawarah Betawi, Nachrowi Ramli. Entah serius atau tidak, Nara, sapaan akrabnya mengatakan, bentrokan itu hanya bercanda saja.

Sebelum melontarkan pernyataannya itu, sebenarnya para wartawan tengah bertanya kepada Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, usai acara Mubes Bamus Betawi di Asrama Haji Jakarta, Jakarta Timur, Sabtu (2/3/2013) siang. Wartawan menanyakan apa ada imbauan khusus kepada ormas dengan latar belakang Betawi untuk tidak berbuat onar.

"Rukun semuanya," jawab Jokowi.

Belum selesai Jokowi mengutarakan pendapat, mantan rival Jokowi dalam Pilgub DKI tahun 2012 lalu itu memotong kalimat sang gubernur. "Bercanda saja itu, ha..ha..ha.." celetuk Nachrowi.

Wartawan kembali mempertegas usai bersama Jokowi, pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi DKI Jakarta sedikit menambahkan pernyataan sebelumnya. Menurut dia, insiden bentrokan tersebut adalah bentuk dari salah paham antaranggota ormas. Namun, Nara tetap mengatakan bentrokan itu adalah akibat dari bercanda.

"Kalau sama-sama Betawi kadang suka bercanda," katanya serius.

Nara mengatakan, pihaknya telah melakukan komunikasi internal akan insiden tersebut. Ia pun mengimbau kepada seluruh anggota ormas Betawi yang tergabung dalam Bamus Betawi untuk menyelesaikan masalah yang ada agar tidak larut dan berujung pada bentrokan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Forum Betawi Rempug (FBR) terlibat bentrok dengan Pemuda Pancasila (PP), Rabu (27/2/2013) lalu. Bentrokan itu bermula saat anggota PP tengah konvoi dengan sepeda motor di Jalan Gandaria Raya menuju Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk menghadiri persidangan rekannya dalam kasus bentrokan dengan anggota FBR beberapa bulan silam.

Di tengah perjalanan, konvoi sepeda motor anggota PP secara kebetulan bertemu dengan anggota FBR. Saling ejek di antara keduanya pun mengakibatkan bentrokan tak terhindarkan. Satu orang berinisial ZZ terkena luka bacok. Tiga anggota FBR ditangkap, yakni berinisial SH (32), R (23) dan D (29). D pun ditetapkan menjadi tersangka.

Berita terkait, baca :

GEBRAKAN JOKOWI-BASUKI

Editor :

Hertanto Soebijoto


03.14 | 0 komentar | Read More

Tergiur Imbal Hasil Fantastis

KOMPAS.com - Kasus penipuan emas yang melibatkan Raihan Jewellery dan Global Traders Indonesia Syariah cukup mengagetkan. Dana masyarakat yang dipertaruhkan dalam kasus tersebut sedikitnya sampai Rp 45 triliun. Apalagi kasus tersebut melibatkan lembaga dan sejumlah tokoh di negeri ini.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menyinyalir praktik model investasi seperti itu saat ini sangat marak. Dua perusahaan lain yang juga melakukan hal serupa adalah Virgin Gold Mining Corporation dan Trimas Mulia. Harga emas yang terus naik selama beberapa tahun terakhir membuat emas menjadi pilihan investasi menarik, apalagi dengan iming-iming bonus tetap bulanan.

Lalu, bagaimana perusahaan-perusahaan tersebut menjaring nasabahnya? Mereka menerapkan sistem agen untuk merekrut nasabah. Selanjutnya nasabah hanya berhubungan dengan si agen. Untuk menarik minat, mereka melakukannya lewat cara-cara populer, seperti seminar dan peluncuran produk dengan melibatkan tokoh terkenal. Tak hanya seminar, mereka juga turun ke daerah-daerah lewat acara arisan dan sejenisnya.

Model bisnisnya adalah menawarkan emas dengan harga lebih tinggi daripada harga pasar, tetapi diiming-imingi dengan bonus bulanan sebagai bagi hasil dengan nilai 7,5-10 persen per bulan. Jika fisik emas dipegang nasabah, bonusnya lebih kecil dibandingkan jika dititip ke perusahaan.

Model seperti itu sebenarnya bukan barang baru. Kasus yang melibatkan PT QSAR di Sukabumi mungkin masih segar dalam ingatan. Skema yang mereka pakai mirip dengan money game atau skema Ponzi, yaitu memutar dana nasabah dengan cara membayar bonus nasabah lama dengan sumber uang dari nasabah baru. Tidak ada aktivitas bisnis riil yang bisa menopang bisnis ini.

Alhasil, yang terjadi adalah para peserta saling membayar dengan uangnya sendiri. Uang yang ditanam peserta dipakai untuk membayar bunga, sementara bisa saja sisanya diputar untuk spekulasi di bisnis lainnya. Sampai akhirnya pembayaran macet karena beban bunga selalu lebih besar daripada jumlah nasabah baru yang bergabung, atau karena mengecilnya pendapatan dari para nasabah yang mendaftar belakangan.

Jika kasus serupa sudah sering terjadi, kenapa masih saja berulang? Masyarakat tidak pernah mau belajar dari pengalaman. Mereka terlalu tergiur dengan imbal hasil yang cukup fantastis, meski sering tidak masuk akal. Nilai return atau profit yang terlalu besar seharusnya dicurigai karena nilai yang besar risikonya pun besar.

Banyak nasabah yang terjaring praktik penipuan investasi menjadi sinyal tumbuhnya kelas menengah di Indonesia. Bank Dunia merilis jumlah kelas menengah di Indonesia mencapai 134 juta jiwa. Stabilitas ekonomi beberapa tahun ini, telah mendongkrak ekonomi di daerah sehingga mencetak orang-orang kaya baru. Mereka kelebihan dana, dan membutuhkan saluran investasi. Fenomena peningkatan kelas menengah selama ini baru sikapi dari sisi konsumsi. Padahal hal ini seharusnya ditangkap oleh lembaga pegiat investasi baik perbankan maupun nonbank.

Untuk memantau sepak terjang para perusahaan yang nakal tersebut, pemerintah sebenarnya sudah memiliki satuan tugas waspada investasi, yang terdiri dari sejumlah institusi seperti Bappebti, otoritas jasa keuangan, kejaksaan, kepolisian, Bank Indonesia, dan Kementerian Koperasi. Sayangnya, lembaga tersebut belum berperan maksimal. (ENY PRIHTIYANI)

Ikuti perkembangnya di Topik Waspada Investasi Bodong

Baca juga:
Ini Daftar Investasi Bodong yang Sudah Makan Korban
Hati-hati Perangkap Investasi Bodong
Marzuki Alie Bantah Punya Kaitan dengan GTIS

Editor :

Erlangga Djumena


03.14 | 0 komentar | Read More

Mau Jadi Guru Inti Silakan Daftarkan Diri

Written By bopuluh on Jumat, 01 Maret 2013 | 03.14

Mau Jadi Guru Inti? Silakan Daftarkan Diri

Penulis : Riana Afifah | Jumat, 1 Maret 2013 | 17:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) membuka ruang bagi guru yang tertarik menjadi guru inti pada kurikulum baru ini untuk mengajukan diri pada Kabupaten/Kota atau bisa melalui pihak kementerian apabila dirasa guru tersebut memenuhi kriteria menjadi guru inti.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, mengatakan bahwa kriteria guru inti dilihat dari prestasi selama ini, pengalaman mengajar serta hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) dan elemen lain yang mendukung. Jika memang memenuhi syarat dan berminat maka guru tersebut diperbolehkan untuk mengajukan diri sebagai guru inti.

"Silakan jika memang sesuai dengan kriterianya, kami terbuka bagi guru yang ingin menjadi guru inti," kata Nuh di Jakarta, Jumat (1/3/2013).

Kendati demikian, pihaknya sebenarnya sudah memiliki cara tersendiri untuk melakukan seleksi terhadap guru inti. Data guru inti ini nantinya akan diberikan oleh pihak kementerian kepada Kabupaten/Kota agar diverifikasi apakah guru yang diminta tersebut sesuai atau tidak.

Dengan demikian saat verifikasi tersebut, pihak Kabupaten/Kota dapat menambahkan nama guru yang dirasa pantas menjadi guru inti pada pelatihan guru untuk keperluan kurikulum baru ini. Tidak hanya itu, pihak Kabupaten/Kota juga berhak melakukan koreksi data saat verifikasi tersebut.

Seperti diketahui, metode pelatihan guru untuk kurikulum baru ini dilakukan berjenjang dari instruktur nasional, guru inti dan guru sasaran. Instruktur nasional ini diperkirakan jumlahnya mencapai 666 dan akan melatih para guru inti yang jumlahnya ribuan. Nantinya para guru inti ini yang akan melatih guru sasaran atau guru mata pelajaran yang menjalankan langsung kurikulum baru pada pertengahan Juli mendatang.

"Satu guru inti ini nantinya akan memegang paling tidak 10 hingga 15 guru. Tidak hanya melatih tapi juga memberi pendampingan," tandasnya.

Editor :

Caroline Damanik


03.14 | 0 komentar | Read More

DPRD Garut Resmi Usulkan Agus Hamdani Jadi Bupati

DPRD Garut Resmi Usulkan Agus Hamdani Jadi Bupati

Penulis : Kontributor Ciamis, Irwan Nugraha | Jumat, 1 Maret 2013 | 17:56 WIB

GARUT, KOMPAS.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Garut resmi mengusulkan pengangkatan Wakil Bupati Garut Agus Hamdani, menjadi bupati melalui hasil rapat paripurna, Jumat (1/3/2013). Paripurna penggantian Aceng HM Fikri sebagai bupati sebelumnya berlangsung sekitar satu jam.

Rapat dimulai dengan pembacaan petikan SK Presiden RI, tentang pencopotan jabatan Bupati Garut Aceng HM Fikri periode 2009-2014. Kemudian penandatanganan hasil paripurna terkait pengesahan pengusulan wakil bupati menjadi bupati oleh Ketua DPRD Garut.

"Kami akan segera mengusulkan hasil ini ke Kemendagri melalui Gubernur Jawa Barat. Nah, untuk hasilnya nanti belum diketahui berapa lamanya. Soalnya kan ada ranah gubernur dan Kemendagri di sana," kata Ketua DPRD Garut Ahmad Badjuri kepada wartawan usai paripurna, Jumat sore.

Badjuri menambahkan, dengan diusulkannya wakil bupati sebagai bupati pengganti, maka pihaknya pun mengusulkan pemberhentian jabatan wakil bupati kepada Kemendagri. Keputusan itu langsung ditandatangani saat paripurna.

Diberitakan sebelumnya, paripurna dilaksanakan sesuai SK Presiden RI melalui Kemendagri, untuk mengusulkan wakil bupati menjadi bupati Garut menggantikan Aceng HM Fikri. Aceng resmi dicopot jabatannya setelah terbukti melanggar undang-undang dan sumpah janji jabatan.

Editor :

Glori K. Wadrianto


03.14 | 0 komentar | Read More

Beasiswa OTS-Kemkominfo ke Universitas Radboud Belanda

Beasiswa OTS-Kemkominfo ke Universitas Radboud Belanda

Penulis : Caroline Damanik | Jumat, 1 Maret 2013 | 18:00 WIB

KOMPAS.com - Beasiswa Orange Tulip Scholarship (OTS) ke Belanda akan ditawarkan pula melalui kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). Melalui nota kesepahaman yang ditandatangani antara Kemkominfo dan Nuffic Neso, Rabu lalu, beasiswa OTS-Kemkominfo ditawarkan bagi kandidat yang ingin melanjutkan studi S-2 di Universitas Radboud, di kota Nijmegen, Belanda.

Khusus untuk beasiswa ini, beasiswa ditawarkan untuk program studi Ilmu Komputer, Ilmu Informasi dan Komunikasi Bisnis Internasional. Program beasiswa penuh ini didanai bersama antara Kemkominfo dan Universitas Radboud.

Universitas Radboud memberikan potongan biaya kuliah, sementara Kemkominfo membiayai sisa biaya kuliah, biaya hidup, biaya tiket pesawat, uang penempatan awal, serta asuransi dan visa. Sebelum berangkat ke Belanda, penerima beasiswa akan diberikan pembekalan oleh Nuffic Neso Indonesia.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Aizirman Djusman yang menandatangani nota kesepahaman ini mengatakan program ini menjadi salah satu cara untuk pengembangan sumber daya manusia di Indonesia.

"Saya yakin kemitraan ini akan berkontribusi positif dalam pengembangan kapasitas sumberdaya manusia di bidang teknologi komunikasi dan informatika tingkat nasional," katanya seperti dikutip dari rilis resmi Nuffic Neso.

Kandidat yang berminat harus memenuhi syarat memiliki kemampuan berbahasa Inggris lisan dan tulisan yang ditunjukkan dengan skor TOEFL-iBT minimal 80 atau IELTS minimal 6.0. Kandidat juga harus bisa menunjukkan diri sedang menjalani proses pendaftaran atau sudah diterima di salah satu universitas di Belanda.

Informasi keseluruhan tentang OTS bisa dilihat di laman resmi penawaran OTS Nuffic Neso. Pendaftaran paling lambat ditunggu sampai 30 April 2013.

Editor :

Caroline Damanik


03.14 | 0 komentar | Read More

Data Ibas Terima 900 Ribu Dollar AS Bisa Diketik

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie mengkritik beredarnya sebuah laporan keuangan yang menyebutkan nama Sekretaris Jenderal Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas menerima uang senilai 900 ribu dollar AS. Menurut Marzuki, laporan itu bisa saja sengaja dibuat seseorang.

"Data enggak ada judulnya gimana. Apa itu? Itu urusan KPK-lah. Kan di situ banyak nama yang harus diteliti, diklarifikasi, dan harus diuji," tukas Marzuki di Gedung Kompleks Parlemen, Jumat (1/3/2013).

Ia mengatakan publik jangan berfantasai dengan menganggap data itu sahih dan valid sehingga bisa disebarkan begitu saja. "Itu (data) bisa saja diketik," imbuhnya.

Marzuki menilai penjelasan dari Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin tentang keterlibatan Ibas sudah jelas. Di dalam penjelasaannya, Amir mengatakan bahwa Ibas sama sekali tidak disebut mantan Bendahara Umum Muhammad Nazaruddin dalam sidang dewan kehormatan seperti yang dituding Anas.

Marzuki menilai jika sesorang terlalu banyak menaruh curiga, maka tidak akan ada lagi kebaikan di negeri ini. Ia memastikan data itu sama sekali tidak berpengaruh pada Demokrat.

"Tidak ada urusan dengan Demokrat. Apa urusannya kan ada nama-nama lainnya," ucap Marzuki.

Ia pun mengkritisi media yang selalu menampilkan Anas setiap harinya. Setiap pagi hingga malam, katanya, kalimat Anas dalam pidato pengunduran dirinya selalu diulang dalam pemberitaan televisi.

"Saya lihat ucapan Anas itu pagi, siang, sore, malam. Selalu diulang-ulang 'Ini halaman pertama, masih ada halaman-halaman berikutnya'. Ini kayaknya di republik ini enggak ada berita baiknya," ucapnya.

Berita terkait dapat dibaca dalam topik: Skandal Proyek Hambalang

Editor :

Ana Shofiana Syatiri


03.14 | 0 komentar | Read More

4 Aturan Sebelum Anak Mendaftar ke Facebook

Written By bopuluh on Kamis, 28 Februari 2013 | 03.14

KOMPAS.com - Walau aturan utama di media sosial Facebook menyatakan bahwa penggunanya harus berusia minimum 13 tahun, tetap saja kita bisa melihat banyak anak yang menjadi pengguna dengan usia di bawah ketentuan. Sebagian besar akun mereka dibuat oleh orangtua anak sendiri, dengan tujuan agar sang anak bisa bersosialisasi dengan kerabat yang tinggal di luar negeri atau bermain game online.

Tetapi kenyataannya, akun ini malah sering "kebobolan" karena kemudian ada banyak teman-teman baru sang anak yang tidak dikenal orangtua. Atau anak mulai menambahkan akun teman-teman sekolahnya, setelahnya ada satu teman mengirimkan tautan video dewasa di dinding halaman anak kita.

Mengingat di zaman sekarang membuat akun di Facebook sudah menjadi seperti surat izin untuk masuk ke pergaulan di sekolah (karena semakin banyak teman yang dimiliki anak di Facebook menandakan tingkat kepopulerannya), menurut Kelly Wickham, seorang guru dan penulis buku Mocha Momma, sebaiknya orangtua memberi bekal yang cukup untuk anak. Wickham memaparkan lima pelajaran penting yang perlu diberikan pada anak sebelum mengizinkan mereka bergabung di Facebook:

1. Pastikan mereka sudah berusia 13 tahun. "Jika Anda memiliki anak berusia di bawah 13 tahun, mohon jangan membantu anak untuk berbohong saat mendaftar. Begitu juga jika anak Anda sudah berusia 13 tahun, tapi tingkat kedewasaannya masih di bawah usia tersebut," imbau Wickham. "Jika Anda menunjukkan pada anak bahwa mereka tidak perlu mengikuti aturan yang dibuat oleh layanan media sosial, hal ini bisa mengakibatkan bahaya yang lebih besar bagi anak. Pada usia-usia ini, anak sangat butuh aturan yang tegas," imbuhnya.

2. Ajarkan mereka cara membuat password atau kata kunci yang kuat. Kemudian, mintalah mereka untuk memberitahukan apa password-nya. Secara berkala, ajak mereka untuk mengubah kata kunci untuk mengamankan akunnya. Aturan utama membuat kata kunci: Jangan menggunakan kata yang mudah ditebak, dan sebaiknya disertai dengan kombinasi angka.

3. Hati-hati dengan foto dan data pribadi. Pastikan mereka tidak memasang foto yang memuat nama atau sekolah, serta hindari untuk menuliskan alamat lengkap rumah maupun sekolah, nomor telepon pribadi, hingga nama orangtua dan anggota keluarga.

4. Minta mereka berpikir sebelum mengirimkan status atau gambar. Ingatkan pada mereka bahwa apa yang sudah dikirim ke media sosial akan bertahan di sana hingga bertahun-tahun kemudian. Bukan tak mungkin status atau gambar yang kurang pantas akan membatalkan kemungkinan mereka menerima beasiswa.

Sumber: Babble

Editor :

Dini


03.14 | 0 komentar | Read More

Khofifah Gandeng Kader Golkar di Pilgub Jatim

Khofifah Gandeng Kader Golkar di Pilgub Jatim

Penulis : Kontributor Surabaya, Achmad Faizal | Kamis, 28 Februari 2013 | 18:00 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Peta kekuatan politik menjelang Pemilihan Gubernur Jawa Timur pada Agustus 2013 mulai terang. Cagub yang resmi diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Khofifah Indar Parawansah dikabarkan merapat dan menggandeng kader Partai Golkar, Ridwan Hisjam untuk menjadi cawagub.

Sumber di internal Partai Golkar bahkan berani menjamin keduanya dalam waktu dekat akan menggelar deklarasi sebagai pesaing pasangan cagub dan cawagub Jatim petahan, Soekarwo-Saifullah Yusuf. 

Rekomendasi Golkar untuk Soekarwo tak akan pernah diturunkan jika dia tetap menggandeng Saifullah Yusuf. Jika Khofifah-Ridwan Hisjam benar berpasangan, menurut Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kebijakan Publik dan Pembangunan Strategis (Puskaptis), Husin Yazid, akan menjadi ancaman bagi pasangan petaha.

''Karena Khofifah-Ridwan Hisjam juga memiliki latar belakang yang sama dengan petaha, yakni nasionalis religius,'' kata Husin, Kamis (28/2/2013).

Di sisi lain, meski pasangan petahana secara infrastruktur dan sumberdaya manusia lebih siap, namun polemik Partai Demokrat akhir-akhir ini pasti berdampak kepada Soekarwo sebagai figur yang diusung Partai Demokrat. ''Hingar bingar Demokrat akan menguntungkan kompetitor pasangan petahan, dan bahkan tidak mungkin pemilih mereka akan bermigrasi ke pesaingnya,'' terang Husin.

Jika PKB dan Partai Golkar benar berkoalisi mengusung cagub dan cawagub, maka hanya tinggal PDI-P yang belum menentukan sikap politiknya. PDI-P yang memiliki modal politik besar di DPRD Jatim akan menjadi kuda hitam penentu kemenangan dua pasangan calon, jika urung mengusung calon dari kadernya sendiri.

Pasangan petahana Soekarwo-Saifullah Yusuf sebelumnya sudah memborong dukungan sejumlah partai seperti PPP, PKNU, PAN, PKS, Partai Demokrat, Hanura, Gerindra, dan 23 partai non parlemen.

Editor :

Glori K. Wadrianto


03.14 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger